Rabu, 29 Oktober 2014

Hanya di Rusia, selfie dianggap berbahaya bagi kesehatan!

Hanya di Rusia, selfie dianggap berbahaya bagi kesehatan! 
Anda mungkin setuju bahwa melakukan selfie akan sangat menyenangkan. Bahkan ada beberapa orang yang menganggap selfie sebagai hobi. Lantas apa jadinya jika ternyata selfie justru dianggap sebagai hal yang akan merugikan kesehatan?

Di Rusia, pemerintah mengungkapkan sebuah pernyataan lucu melalui sebuah layanan federal untuk Pengawasan Perlindungan Hak Konsumen dan Kesejahteraan Manusia bahwa selfie dapat membahayakan kesehatan.

"Semakin populernya selfie, banyak orang melakukan foto sendiri atau foto bersama, yang mana hal ini akan memberikan kontribusi untuk berpindahnya parasit. Parasit ini adalah kutu di rambut. Di saat banyak orang bergabung dalam satu foto dan saling berdekatan bahkan bersentuhan kepala, maka kutu akan mudah tersebar. Inilah mengapa selfie dapat menggangu kesehatan, terutama rambut," ujar pemerintah Rusia dalam pernyataannya, seperti yang dikutip dari PhoneArena (27/10).

Diharapkan, bagi anak-anak (khususnya) yang menderita kutu tidak diperbolehkan berfoto bersama atau grofie. Hal ini untuk menghindari tertularnya kutu ke orang lain. Sampai orang tersebut sembuh dari kutu, maka dia belum boleh berfoto bersama.

Tampak sebuah pernyataan yang lucu, bukan? Lantas, apa pendapat Anda terkait hal ini?

Senin, 27 Oktober 2014

'Bugatti' buatan pria asal Boyolali memukau dunia!




'Bugatti' buatan pria asal Boyolali memukau dunia! 

Siapa sangka nama Eko Lukistanto akhir-akhir ini tengah ramai dibicarakan berbagai publik otomotif, tak hanya lokal bahkan juga media otomotif di hampir seluruh dunia, berkat salah satu karya yang terlahir dari tangan pria asal Boyolali, Jawa Tengah ini.

Dilaporkan salah satu media luar, Autoevolution, keeksotisan desain Bugatti Veyron yang digadang-gadang sebagai supercar tercepat di dunia berhasil ditangkap secara sempurna dan dituangkan dalam potongan kayu jati yang melahirkan wujud sebuah replika dengan skala 1:1 yang memukau.

 

Keindahan detail sang supercar, mulai dari lekuk tubuh terluar hingga sudut terkecil dalam kokpit dibuat dengan begitu teliti oleh tangan terampil Eko. Bahkan beberapa fitur seperti lingkar kemudi, tuas transmisi, pedal gas dan jok katanya berfungsi secara penuh.

  
Karya seni buatan pria yang berdomisili di Desa Mojosongo, Boyolali tersebut merupakan pesanan pelanggan asal Jerman yang berani membayar hingga Rp 40 juta untuk replika menakjubkan itu. Harga yang sangat pantas, mengingat banderol sebuah Bugatti Veyron yang asli bisa sampai ratusan kali lipat.

  
Tak hanya Bugatti, workshop milik Eko Lukistyanto ini diketahui juga mengerjakan replika 1:1 dari Mercedes-Benz 300SL dan sejumlah kendaraan lain yang dibuat dengan menggunakan kayu sebagai medium.

Lauge Jensen, moge kustom termahal di dunia

Lauge Jensen, moge kustom termahal di dunia
Sebuah karya seni tidak akan pernah terbatasi oleh materi dan ide apapun yang ada di dunia. Begitu pula dengan dunia kustom yang berlaku di ruang lingkup otomotif.
Ide brilian yang menggabungkan karya seni tinggi dan sebuah kemewahan ditampilkan oleh karya moge kustom berlapis emas dan batu berlian dari Lauge Jensen dan Danish desain ini. Perusahaan engineering ini menciptakan sebuah moge dengan lapisan emas 24 karat dan berhias batu berlian.



Tidak kurang dari 250 potongan kecil batu berlian menempel di detailnya, jika ditotal keseluruhan mencapai 7 karat. Tak kalah mewahnya, sektor jok dibalut dengan kulit buaya mengkilat. Dari ujung fork depan hingga fender belakang dari moge ini tidak ada satupun bagian yang terlepas dari sepuhan emas 24 karat.
Moge berjenis chooper ini dibekali dengan mesin V-twin, sayangnya tidak ada keterangan jelas tentang spek motor yang dimaksud. Moge berlapis emas ini sudah dipesan oleh seorang miliarder yang identitasnya dirahasiakan. Harganya, banyak digaung-gaungkan oleh media internasional, mencapai US$850.000 atau setara dengan Rp 9,5 miliar.


Tidak hanya sampai sebatas itu saja karya Lauge Jensen, ke depannya perusahaan ini tengah membangun motor kustom yang ditaksir akan laku senilai US$ 1 juta atau setara dengan Rp 12,9 miliar. Penasaran dengan detail mewah di moge kustom Lauge ini? Simak galeri fotonya di bawah ya!




Mentega atau butter, mana yang lebih baik?

Mentega atau butter, mana yang lebih baik? 
Banyak orang yang sudah mengetahui perbedaan antara mentega dan butter, serta penggunaan keduanya. Meski begitu, masih jarang yang mengetahui kandungan kesehatan di dalamnya. Karena itu seringkali muncul pertanyaan mengenai mana yang lebih baik dan lebih sehat untuk dikonsumsi. Mentega atau butter?

Lisa Moscovitz, R.D., seorang ahli dan CEO dari NY Nutrition group memberikan jawabannya. Jika berkaitan dengan mentega atau butter, pertanyaan yang benar bukanlah mana yang lebih sehat, melainkan mana yang memberikan lebih sedikit efek buruk jika dikonsumsi. Dalam kasus ini, butter yang memiliki efek buruk paling sedikit untuk kesehatan.

Yang perlu diketahui oleh banyak orang adalah bahwa butter dan mentega mengandung jumlah kalori dan lemak total yang hampir sama, yaitu sekitar 100 kalori per sendok makan dan 11 - 12 gram lemak. Perbedaan keduanya adalah jenis lemak yang terkandung di dalamnya, seperti dilansir oleh Women's Health Mag (26/10).

Mentega mengandung lebih banyak lemak yang bisa menangkal peradangan, sementara butter mengandung lebih banyak lemak jenuh. Lemak jenuh telah lama dikaitkan dengan peningkatkan risiko kesehatan jantung dan kolesterol. Meski begitu, butter masih lebih baik daripada mentega. Apa alasannya?

Hal ini karena ketika diolah dan dikemas untuk dipasarkan, kebanyakan produk margarin atau mentega mengandung lebih banyak lemak trans yang berbahaya. Di antara semua jenis lemak, lemak trans adalah yang paling tak sehat dan memiliki efek negatif terhadap kesehatan jantung. Lemak trans bisa menyebabkan masalah kesehatan lebih daripada sekedar lemak jenuh biasa.

Menurut Moscovitz, untuk kesehatan baik butter maupun mentega sebenarnya sama-sama tak ideal. Jika ingin benar-benar mengonsumsi makanan yang sehat, gantikan mentega atau butter dengan yogurt atau alpukat yang dihaluskan. Namun jika harus memilih di antara keduanya, sebaiknya pilih butter!

Waspada, hacker temukan celah untuk retas Windows!

Waspada, hacker temukan celah untuk retas Windows! 
Hacker kembali menemukan celah di sistem operasi Windows yang bisa dimanfaatkan. Celakanya, kelompok hacker bayaran tersebut sudah mulai melancarkan serangan, korban di Amerika dan Eropa pun mulai berjatuhan.
 
Beberapa perusahaan keamanan internet dan jaringan yang tergabung dalam Operation SMN mulai mengambil tindakan untuk melawan serangan Hidden Lynx yang diyakini adalah kelompok cyberespionage yang berpusat di China. Hidden Lynx dituding sudah melakukan serangan dengan memanfaatkan kerentanan yang ada di hampir semua versi Windows, mulai Windows Vista hingga Windows 8.1.

Kerentanan tersebut memungkinkan Hidden Lynx menanamkan file Object Linking and Embedding (OLE) dari jarak jauh. Nantinya, OLE bisa dipakai untuk menginstal malware atau exploit 'Backdoor.Lancafdo.A' pada komputer target.
Metode serangan pun cukup rapi, para hacker akan mengirimkan sebuah email phising berisi lampiran file PowerPoint berbahaya. File PowerPoint itu ternyata berisi dua dokumen OLE yang berisi URL khusus. Oleh Symantec, email berbahaya itu terdeteksi sebagai 'Trojan.Mdropper'.
Apabila si penerima membuka file PowerPoint itu, maka secara otomatis URL tadi akan terhubung ke internet dan secara mandiri mengunduh dan menginstal malware pada komputer. Malware yang juga termasuk Backdoor.Lancafdo.A itu memungkinkan hacker untuk mengunduh malware lain yang jauh lebih berbahaya.
Malware-malware baru tersebut diklaim dapat mengupdate dirinya sendiri serta mencuri informasi dari perangkat pengguna. Ironisnya, NATO dan organisasi pemerintah Ukraina, Eropa, dan Amerika Serikat dikabarkan menjadi korbannya.
Untuk mencegah pengguna Windows mengalami hal serupa, Symantec memberikan beberapa saran untuk mengantisipasi serangan malware Backdoor.Lancafdo.A. Misalnya, segera mengaktifkan patch keamanan dari Microsoft, memastikan software keamanan selalu up to date, dan tidak membuka lampiran atau attachment dari sebuah sumber yang tidak dikenal.

Ilmuwan bantah hiu raksasa 50 ton masih berkeliaran teror lautan

Ilmuwan bantah hiu raksasa 50 ton masih berkeliaran teror lautan 
Hiu terbesar yang tercatat pernah hidup, Megalodon, sebelumnya santer diberitakan masih hidup. Tetapi para ilmuwan asal Universitas Florida membantahnya.
 
Menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal online, PLOSE ONE, para ilmuwan universitas itu menegaskan bila Megalodon telah punah sejak 2,6 juta tahun lalu. Hal ini cukup melegakan publik, setelah sebelumnya ilmuwan Discovery Channel menyatakan bila Megalodon kemungkinan besar masih hidup di luar sana, Daily Mail (23/10).

"Saya melakukan penelitian pada kepunahan spesies Chacharocles megalodon sebagai dasar untuk mengetahui alasan mengapa spesies ini bisa punah dan konsekuensinya bagi lingkungan atau lainnya," ungkap Catalina Pimiento, pimpinan dari penelitian tersebut.

Penelitian Pimiento pada dasarnya mereka ulang sekali lagi proses kepunahan dari megalodon dan hubungannya dengan persebaran serta evolusi dari spesies lain yang menjadi musuhnya. Hilangnya megalodon dari puncak rantai makanan diprediksi membawa perubahan pada pemangsa lain di lautan.

"Penelitian lanjutan akan menginvestigasi kepunahan megalodon sebagai bagian yang mendukung evolusi dari beberapa spesies paus," lanjutnya.

Kepunahan spesies hiu dengan panjang mencapai 6 meter lebih ini diprediksi mirip dengan kepunahan yang mengancam hiu-hiu modern, yakni berubahnya biodiversitas laut. Akibat perubahan lingkungan serta semakin menipisnya makanan, megalodon-megalodon yang dipercaya dapat berukuran hingga 50 ton itu punah.

"Prediksi terbaru menyimpulkan bila hewan air dengan tubuh besar mempunyai resiko paling besar mengalami kepunahan ketimbang hewan air lain yang lebih kecil. Bahkan, resikonya lebih besar dari hewan-hewan bertulang belakang lain," tambahnya.

Akan tetapi, kepunahan dari hiu megalodon mungkin baik pada keberlangsungan manusia. Sebab, dengan tubuh raksasa, ditambah dengan gigi-gigi berukuran hingga 5 kali lebih besar dari hiu putih, megalodon merupakan ancaman terbesar bagi manusia yang tengah menjelajah atau bermain-main di lautan.

Ini penyebab Menteri Susi Pudjiastuti cuma berijazah SMP

Ini penyebab Menteri Susi Pudjiastuti cuma berijazah SMP 
Susi Pudjiastuti menjadi satu-satunya menteri dalam Kabinet Kerja yang tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi. Wanita nyentrik yang didapuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan ini tidak lulus SMA, alias cuma berijazah SMP.

Bukan tanpa sebab Susi cuma berijazah SMP. Dia memutuskan berhenti dari bangku kelas 2 di SMAN I Yogyakarta setelah dikeluarkan oleh sekolah karena aktif dalam gerakan golput pada masa itu. Pada tahun 1980-an atau era Orde Baru, gerakan golput adalah hal yang terlarang.

Setelah tidak bersekolah lagi, Susi memulai profesi sebagai pengepul ikan di Pangandaran. Dengan modal Rp 750 ribu hasil menjual perhiasan, pada 1983 Susi memulai bisnisnya. Pada 1996 dia kemudian mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster dengan merek "Susi Brand".

Ketika bisnis pengolahan ikannya meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika, Susi memerlukan sarana transportasi udara yang dapat dengan cepat mengangkut lobster, ikan, dan hasil laut lain kepada pembeli dalam keadaan masih segar.

Walaupun hanya lulusan SMP, Susi menerima banyak penghargaan antara lain Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia.

Tahun 2006, ia menerima Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia Berprestasi Award dari PT Exelcomindo dan Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2009.

Setelah ditunjuk jadi menteri, Susi khawatir tidak bisa lagi teriak seperti saat masih menjadi pengusaha.

"Satu hal saya khawatirkan, kalau saya jadi menteri, saya tak bisa teriak-teriak ke menteri lainnya. Now, I do not anymore," kata Susi saat konferensi pers di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Minggu (26/10).

Dia memang tidak menjelaskan rinci apa yang dimaksud. Namun bisa jadi hal tersebut berkaitan dengan sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai kurang menguntungkan pengusaha. Dengan posisi dia saat ini, Susi menyadari tidak lagi bisa melakukan hal tersebut.
Wahyu © 2008 Template by:
SkinCorner